Analisa Dalam trading

Melakukan analisa adalah tugas pertama yang harus dilakukan oleh seorang trader forex, bahkan bagi trader profesional hal ini adalah tugas utama sebelum melakukan trading. Mengapa analisa menjadi tugas pertama dan utama? Bukankah tanpa analisapun seorang trader dapat melakukan trading? Trading memang bisa dilakukan hanya dengan dasar yang simple dan sederhana sekalipun. Tetapi bukankah seseorang melakukan trading itu dengan maksud agar dia dapat memperoleh hasil profit yang maksimal? Jika disadari, sesungguhnya setiap trader pasti akan selalu melakukan analisa terhadap pergerakan harga yang ada dihadapanya sebelum melakukan tindakan trading (Open Position, Closed Position, maupun wait and see), wal;aupun itu dilakukan sepintas dan dengan cara yang amat sederhana serta data yang simple pula. Sebagai contoh; sebelum melakukan OP seorang trader pasti akan melihat apa chat yang di hadapanya, walaupun hanya sepintas lalu & baru kemudian melakukan Open Position. Hal itu adalah salah bentuk dari tindakan analisa. Tindakan analisa ini akan menentukan tingkat keberhasilan kita dalam trading nantinya. Misalnya; Anda melihat price sedang bergerak naik, lalu prediksi anda anda price akan terus bergerak naik dan kemudian anda menyimpulkan Open Posisi yang paling tepat adalah Buy agar trading anda berakhir profit. Begitulah gambaran sederhana peran analisa dalam trading. Saya sangat menyayangkan, justru kebanyakan trader pada umumnya lebih menitik beratkan pada bayangan dan harapan terhadap pergerakan harga yang sedang dihadapinya ketimbang sebuah prediksi logis yang berdasar pada analisa yang matang. Wal hasil, trading yang dilakukanyapun terkesan lebih bersifat untung-untungan dan tak sedikit trading yang dilakukanya berlangsung tidak sesuai dengan yang dibayangkan.
Secara pribadi saya sangat prihatin dengan sikap semacam ini, karena bagi saya forex adalah sebuah bisnis, bukan undian ataupun judi. Sehingga apapun yang kita lakukan terhadap forex mestinya didasarkan pada alasan-alasan bisnis. Analisa kita akan sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan kita peroleh nantinya.
Lalu apa sih yang kita cari dari analisa ini? Sebenarnya sangat simple, hanya ada dua data yang perlu kita peroleh dari analisa yang kita lakukan. kita memiliki prediksi kemana harga akan bergerak (keatas atau kebawah, naik atau turun, up or down) dan Kedua, kita memiliki prediksi sampai.
Semua hasilnya hanyalah prediksi, kita harus sadari bahwa tidak ada yang tahu kemana harga akan bergerak dan sampai dimana harga itu akan bergerak. Tetapi hasil analisa kita yang berupa prediksi ini tidak dihasilkan secara sembarangan, memilki dasar yaitu perhitungan matetamatis dan statistik. Secara sederhana, prediksi yang akan kita lakukan sama halnya seperti para ahli di Badan Meterologi memperkirakan kapan musim hujan atau musim panas tiba dengan menggunakan data-data suhu, tekanan atmosfir, arah angin dsb.

Level Trader Foreign Exchange

Menjadi seorang trader yang sukses, dalam arti konsisten profit dalam trading, adalah impian mayoritas trader forex. Tetapi untuk mencapai impian tersebut, seorang trader mesti bergelut dengan waktu dan proses. Untuk menjadi sukses sebagai seorang Trader maka seseorang akan melalui beberapa tahapan-tahapan yang secara tidak sadar mereka lewati. Proses terjadinya perubahan dari seseorang ini sering dikenal sebagai Level Trader yang pada kesempatan ini saya menyebutnya "Level Trader Foreign Exchange". Tingkatan ini akan dilalui secara alamiah (tidak ilmiah) dan bukan berdasarkan beberapa sks yang diambil dalam satu semester.. kayak kuliah aja.. Namun tingkatan ini bukanlah sesuatu yang yang formal, tetapi nyata dan hampir selalu terjadi pada setiap trader.

Baiklah kita akan membahas satu demi satu Level Trader Foreign Exchange ini dan coba cocokkan diposisi manakah kita saat ini?

Level 0

Dilevel ini seseorang akan mempelajari pengetahuan forex itu secara mendalam melalui berbagai jenis buku-buku literatur yang mereka dapati baik secara gratis atau beli dari internet dan toko buku. Orang-orang yang berada dilevel ini adalah orang yang hebat dan bisa menjadi seorang penulis buku Forex yang terkenal atau best seller, tetapi mereka hanya menguasai teori dan tidak memiliki keberanian untuk bermain secara nyata.

Ada beberapa dari orang yang berada di Level ini bisa menjadi seorang Analis dari perusahaan valas, hal ini desebabkan orang yang berada dilevel ini menguasai Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal dengan baik secara teori. Dan mereka akan menjelaskan dengan penuh keyakinan pada setiap orang bahwa kita akan mendapatkan keuntungan sangat besar dalam waktu sekejap, namun mereka lupa bahwa mereka hidup dengan Gaji Bulanan dan tak pernah sekalipun Trading. Artinya orang yang berada dilevel ini adalah "No Ation Talk Only"

Level 1

Kita akan sadar dengan pengetahuan saja maka kita tidak akan mendapatkan keuntungan yang maksimal secara financial. Hal yang paling penting adalah bukan seberapa besar kita dapat mengetahui teori forex itu namun seberapa banyak profit yang dapat kita kumpulkan dalam kantong.

Pada level ini seseorang akan mulai membuka sebuah account dan melakukan trading. Kita menjadi trader karena mendengar bahwa pendapatan seorang trader bisa mengalahkan pendapatan seorang direktur BUMN. Lagi pula saat simulasi kita telah profit 3 kali lipat, lalu apa susahnya forex itu?.

Kita mungkin bisa profit dengan hasil yang menakjubkan 100 poin sampai 200 poin per lot per hari, namun itu semua hanyalah awal keuntungan saja. Pada awalnya kita tidak akan percaya, dengan hanya mengandalkan 1 indicator saja, atau bahkan hanya dengan insting, toh kita bisa profit.

Namun sayangnya, market akan mengalahkan kita. Tidak ada trader yang sukses hanya dengan faktor LUCK. Loss demi loss menghampiri kita, kita terus mencoba bertahan namun kalau sampai margin habis, siapa yang bisa tahan?.

Kita sama sekali tidak menyadari bahwa kita tidak bisa trading, kita tetap mengira bisa trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya ( apakah bulan ini profit?, bulan kemarin profit?, tahun ini profit? ).

Kita tetap mengira bahwa kita adalah orang yang spesial, orang yang akan mampu mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan kita tidak menyadari bahwa 90% trader yang gagal juga mempunyai perasaan seperti itu. Kita tidak mempunyai sistem yang kumplit, kita dikuasai oleh emosi, kita selalu averaging posisi jika loss karena kita Marah pada market, kita selalu take profit dalam jumlah yang kecil atau membiarkan profit berubah jadi loss karena kita dikuasai oleh Keserakahan, kita tidak pernah trading karena takut. Kita membiarkan diri kita dikuasai oleh emosi sehingga margin equity.

90% orang yang trading hanya sampai pada level ini, mereka biasanya kapok, berhenti trading dan menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka. Sebagian lagi moralnya anjlok, mereka tetap mencari investor dan trading seperti orang gila. dalam sebulan atau dua bulan margin habis lalu mereka mencari mangsa lagi.
Mereka masih mengaku sebagai trader namun sebenarnya mereka executor. dan biasanya yang moralnya anjlok ini dengan senang hati akan menjabat sebagai managemen di brokernya. Kemudian sebagian lagi akan tetap ngantor seperti biasa dan mengaku trader tetapi tidak pernah trading, mereka biasanya menyalahkan dirinya sendiri.
Hanya masalah waktu, sampai kapan mereka dapat bertahan di level ini dan waktu selalu menang.
90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% sadar dan pindah ke level 2.

Level 2

Di level ini kita sadar bahwa kita tidak bisa trading bila tidak memiliki kemampuan untuk trading yang menghasilkan profit secara konsisten. Dan kita tahu solusinya, kita sadar bahwa selama di level 1 pikiran kita dikaburkan oleh emosi sehingga kita tidak bisa berpikir secara jernih.

Di level ini kita akan mencari holy grail ( system yang sempurna, system yang 100% profit, system yang tidak pernah loss), kita mulai membeli system yang ada di internet, kita membaca semua website yang ada tentang trading mulai dari UK, USA, Australia, Europa sampai Russia, kita baca semua ebook yang ada, kita praktekan semua system yang di peroleh, kita haus akan ilmu seperti seorang pengembara di padang pasir yang haus akan air minum.

Pada level ini kita akan membaca semua detail tentang indikator, kita akan test semua indicator yang ada di metatrader, bahkan kita mungkin akan membuat indikator sendiri ( biasanya gabungan 2 atau 3 indicator), kita akan bermain-main dengan moving average, fibonnacci lines, pivot point, camarilla pivot, deMark, Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan ratusan indicator lainnya.

Kita tahu bahwa market terlalu rumit untuk di prediksi hanya dengan 1 indicator saja, kita tahu kombinasi ideal dari masing-masing indicator. Kita tahu persis keunggulan indicator tersebut dan juga kelemahannya.

Kita akan mencoba menerka TOP dan BOTTOM dari market dengan indicator tersebut. Kita akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan bodoh pada trader senior. Karena kita tahu kalau kita tidak bertanya sekarang maka selamanya kita tidak akan tahu.

Pada akhirnya di level ini kita akan mendapatkan 5 sampai 10 system yang lengkap dan mencoba mencari tahu system mana yang paling cocok dengan kepribadian kita.

Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah ke level 3.

Level 3

Pada akhir level 2, kita akhirnya menyadari pokok permasalahan bukan terletak di system. Kita menyadari bahwa kita bisa mendapat profit bahkan jika hanya menggunakan system yang simpel seperti moving average saja tanpa ada indicator lain, jika kita bisa menggunakan kepala kita dan money management yang benar.

Kita mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level Pencerahan.

Level pencerahan ini membuat otak kita menyadari satu hal yang penting, di dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan terjadi pada market 30 detik kemudian.

Kita mulai menguasai satu system trading dan memodifikasinya sehingga sesuai dengan karakter kita, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan system yang asli.

Kita mulai trading jika kita tahu probabilitas untuk profit lebih besar daripada untuk loss, kita hanya trading jika ada signal dari system kita, kita selalu menggunakan stoploss, karena kita tahu stoploss adalah resiko bisnis yang ada dalam dunia trading.

Ketika stoploss kena, kita tidak emosi karena kita tahu tak seorangpun bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan kita. Trading berikutnya akan meningkat probabilitas profitnya karena kita tahu system itu system yang profit.

Kita secara seketika menyadari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal yang penting yaitu konsistensi pada system, psikologi trading dan money management. Dan kedisiplinan kita untuk melakukan trading apapun yang terjadi.

Kita mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal lainnya. Dan hal ini mengingatkan kita 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasehat yang sama pada kita dan memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu kita memang belum siap namun sekarang sudah siap.

Di level pencerahan, otak kita akan menerima bahwa kita tidak bisa meramalkan pergerakan market, karena memang tak seorang pun bisa.

Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke level berikutnya.

Level 4

Oke, Sekarang kita hanya trading jika system kita memberi signal.
Kita cut loss sama gampangnya dengan take profit. karena kita tahu system kita akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang kita lakukan adalah resiko bisnis yaitu max 2% dari account.

Di level ini kita memulai target dengan profit 20 point per hari, dan setelah kita mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, kita meningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada akhirnya mampu kita lakukan.

Kita memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki systemnya, menguasai emosi kita, dan melaksanakan money managemen yang kita pegang.

level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan.

Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.

Level 5

Nah sekarang kita sampai di level 5, ini adalah level yang paling diharapkan oleh seluruh trader di dunia ini, di level ini kita bisa trading secara alami, kita telah menguasai semuanya, kita bisa Dancing with the Market, kemanapun arah market berjalan, kita telah open di posisi yang benar, jadi kita tinggal melihat profit kita bergerak dari 2 digit ke 3 digit.

Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, kita telah menguasai emosi kita dan kini kita trading dengan account yang terus membesar tiap harinya dari kumulatif profit yang kita peroleh.

Level ini disebut disebut Level Trader Sejati.

Kita akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan mendengarkan apa yang kita katakan, kita kenal dengan pertanyaan mereka, karena kita ada diposisi mereka 2 tahun yang lalu.
Kita akan memberikan saran bagi mereka, namun kita tahu bahwa kebanyakan dari mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1.

Kita tidak akan mempunyai masalah financial lagi, kita mampu membeli semua benda yang tersedia untuk dijual, kita bisa membeli pulau dan trading disana asalkan ada jaringan internet, kita bisa pindah ke hotel bintang 5, dan menjadi penghuni tetap disana.

Kita mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, kita bisa membuat buku sendiri, kita bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan account kita akan berlipat-lipat dari account awal.

Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.

Sampai disini saja dulu dan kami harapkan anda sudah bisa memilih dilevel mana anda sedang berada saat ini.

Apakah anda bangga menjadi seoarang TRADER? Bila ya.. maka teruskan bisnis forex ini dan yang paling penting, Jadikanlah Forex ini sebagai Hoby dan bukan pekerjaan. Bila anda menjadikannya Hoby maka anda akan merasa senang dan nyaman dalam mejalaninya namun bila forex itu merupakan sebuah pekerjaan maka dia akan menjadi beban untuk anda lakukan.

Analisa Fundamental

Analisa Fundamental adalah metode analisis menggunakan kekuatan fundamental dari suatu negara. Bagi trader penganut fundamentalis diyakini bahwa pergerakan harga yang dramatis dapat terjadi apabila ada peristiwa yang tidak diharapkan terjadi. Peristiwa tersebut bisa berupa penaikan suku bunga dari bank central sampai peristiwa politik ataupun kegiatan perang. Meskipun demikian, seringkali bukanlah peristiwa itu sendiri yang menggerakkan pasar, akan tetapi pengharapan dari sebuah peristiwa itulah yang menciptakan pergerakan pasar.

Setiap berita baik yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan ekonomi dapat menjadi faktor fundamental yang penting untuk dicermati.

Dalam menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi fundamental perekonomian suatu negara, indikator ekonomi merupakan salah satu faktor yang tidak dapat dipisahkan dan menjadi bagian penting dari keseluruhan faktor fundamental itu sendiri. Seiring kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk mendapatkan sumber informasi terkini seorang trader juga sering menggunakan informasi yang berasal dari monitor komputer, misalnya melaui Dow Jones Telerate, Reuters, Knight Rider maupun Bloomberg. Indikator-indikator ekonomi yang sering digunakan dalam Analisis Fundamental diantaranya:

1. Gross Domestic Product

Gross Domestic Product merupakan jumlah seluruh barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara baik oleh perusahaan dalam negeri maupun oleh perusahaan asing yang beroperasi di dalam negara tersebut pada suatu periode tertentu.

2. Inflasi

Seorang Trader akan selalu memperhatikan dengan seksama perkembangan tingkat inflasi. Salah satu cara pemerintah dalam menanggulangi inflasi adalah dengan melakukan kebijakan menaikkan tingkat suku bunga. Kebijakan peningkatan tingkat suku bunga ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar dan mengendalikan tingkat inflasi. Penggunaan tingkat inflasi sebagai salah satu indikator fundamental ekonomi adalah untuk mencerminkan tingkat GDP dan GNP ke dalam nilai sebenarnya. Nilai GDP dan GNP merupakan indikator yang sangat penting bagi seorang Trader dalam membandingkan peluang dan resiko investasinya di luar negeri. Beberapa indikator untuk mengetahui tingkat inflasi:

Producer Price Index (PPI), adalah indeks yang mengukur rata-rata perubahan harga yang diterima oleh produsen domestik untuk setiap output yang dihasilkan dalam setiap tingkat proses produksi. Data PPI dikumpulkan dari berbagai sektor ekonomi terutama dari sektor manufaktur, pertambangan dan pertanian.

Consumer Price Index (CPI), digunakan untuk mengukur rata-rata perubahan harga eceran dan sekelompok barang dan jasa tertentu. Kedua indeks tersebut, CPI dan PPI, digunakan Trader sebagai indikator untuk mengukur tingkat inflasi yang terjadi. Seorang Trader tidak dapat berharap bahwa Bank Sentral akan menaikkan tingkat suku bunga apabila salah satu indikator memberikan sinyal kuat tentang adanya inflasi maupun menurunkan suku bunga untuk keadaan sebaliknya. Sebagai contoh, dampak Perang Teluk 1991 memicu naiknya harga minyak bumi sehingga indeks CPI di Amerika Serikat juga naik. Namun karena peningkatan indeks CPI itu tidak berlangsung lama, maka Bank Sentral Amerika Serikat tidak mengambil tindakan apa pun.

3. Balance of Payment

Balance of Payment merupakan suatu neraca yang terdiri dari keseluruhan aktivitas transaksi perekonomian internasional suatu negara, baik yang bersifat komersial maupun finansial, dengan negara lain pada suatu periode tertentu. Balance of Payment ini mencerminkan seluruh transaksi antara penduduk, pemerintah dan pengusaha dalam negeri dan pihak luar negeri, seperti transaksi ekspor dan impor, investasi portofolio, transaksi antar Bank Sentral dan lain-lain. Indikator umum yang sering digunakan adalah neraca perdagangan / current account. Faktor lain yang mempengaruhi neraca pembayaran adalah adanya aliran investasi asing yang masuk ke dalam negeri dalam bentuk Foreign Direct Investment maupun Portofolio Investment. Contoh: surplus neraca perdagangan Jepang terhadap Amerika Serikat pada tahun 1998 memberikan indikasi yang jelas terhadap meningkatnya volume permintaan Yen dalam aktifitas perdagangan. Akibatnya nilai tukar Yen terhadap Dollar AS menguat.

4. Employment

Employment adalah suatu indikator yang dapat memberikan gambaran tentang kondisi riil berbagai sektor ekonomi. Indikator mengenai tingkat kesempatan kerja ini dapat dijadikan sebagai alat untuk menganalisis sehat / tidaknya perekonomian suatu negara. Apabila perekonomian berada dalam keadaan full capacity / kapasitas penuh maka akan tercapai full employment. Jika keadaan sebaliknya, maka tingkat pengangguran pun akan meningkat. Tingkat employment adalah indikator ekonomi yang sangat penting bagi pasar keuangan pada umumnya dan pasar valuta asing khususnya.

Secara umum kekuatan fundamental suatu negara ditunjukan dengan data-data ekonomi negara bersangkutan.

Untuk Mempelajari data-data economy yang berpengaruh terhadap USD silahkan Baca Di Sini